Candi Ijo, Tempat Menikmati Sunset yang Istimewa di Yogyakarta

Menghabiskan waktu libur panjang mendatangi tempat baru memang jadi pelepas penat yang terbaik, apalagi dengan rutinitas kerja padat. Mendatangi area wisata yang berbeda dengan kondisi dalam kota, tentu bisa jadi terapi refresh otak terbaik. Tidak perlu ke luar kota, habiskan saja libur long weekend di Jogja. Daerah budaya dengan sejuta potensi wisata, masyarakat yang ramah dan makanan cocok di lidah. Siapa yang tidak mau menghabiskan waktu akhir tahun, ada banyak pengalaman baru dan petualangan alam yang bisa anda nikmati di sini.

Ada banyak sekali situs budaya yang masih terjaga dengan baik, salah satunya candi yang merupakan tempat ibadah agama hindu dan Buddha. Kini telah beralih fungsi sebagai tempat wisata yang dilindungi oleh pemerintah setempat, kebanyakan berkunjung ke candi untuk melihat budaya dan cerita di zaman dahulu. Bagaimana jika datang ke candi untuk menikmati sunset di ketinggian pada sore hari, ini hanya bisa anda lihat di candi Ijo.

Masih berada dalam satu kompleks candi Prambanan, Candi Ijo terletak di Sambirejo, Sleman, Yogyakarta. Akses menuju kemari memang cukup terjal, karena memang berada di ketinggian 375 meter di atas permukaan laut. Inilah yang menjadikan candi tersebut istimewa, bahkan keindahan matahari terbenam disini sama seperti kompleks Ratu Boko yang sudah dikenal sebelumnya. Setiap sore hari sudah banyak wisatawan lokal berdatangan, bahkan kini banyak wisatawan luar kota mulai mencari tempat ini. Dimana pemandangan kota Jogja dari atas ketinggian bisa dinikmati, selain itu jadi salah satu candi tercantik di Jogja.

Dalam kompleks Candi Ijo terdapat satu candi induk dan 3 candi dengan ukuran lebih kecil, candi induk menghadap ke timur dan ketiga candi lainnya mengelilinginya dan menghadap ke barat. Peneliti menyebutkan jika candi Ijo adalah untuk pemujaan Trimurti yaitu Brahma, Wisnu dan Syiwa.

Candi Ijo memang terkenal seperti Candi Prambanan dan ukurannya cukup kecil, letaknya cukup terpencil sehingga belum banyak informasi untuk menuju kemari. Itulah sebabnya tidak dipungut biaya masuk, namun candi hanya dibuka hingga pukul 5 sore dan warga lokal yang masih memelihara tempat tersebut. Kebanyakan pengunjung datang bersama keluarga untuk piknik di sore hari, bahkan bisa bermain layang-layang di pelataran hijau yang cukup luas, namun awasi buah hati ketika berlarian pasalnya belum banyak tanda pembatas pengaman tempat tersebut.

Cukup mengeluarkan uang parkir saja, sudah bisa menikmati sunset dari ketinggian. Bahkan bisa melihat pantai Parangtritis dan Bandara Adi Sucipto dari ketinggian, datang kesini sebaiknya membawa bekal makanan sendiri karena belum ada pedagang berjualan. Tapi ingat untuk membawa kembali sampah dan tidak membuangnya sembarang, karena warga sekitar sangat menjaga kebersihan tempat wisata ini, sebagai wisatawan yang baik tidak ada salahnya membawa pulang sampah dan membuangnya ditempat yang tepat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *