Tips Backpacker dengan Teman Sejawat yang Tepat untuk Kawula Muda

Zaman sekarang ini, banyak sekali anak muda yang aktif di media sosial, terutama Instagram. Banyak sekali yang membagikan sebuah perjalanan wisata melalui foto dan cerita. Selain itu, hal tersebut juga didukung oleh akun-akun wisata daerah masing-masing. Apabila melihat perjalanan wisata masyarakat saat ini, ‘backpacker’ merupakan cara yang dipilih untuk melakukan perjalanan wisata bersama teman atau sendiri dengan biaya dan barang yang minim. Backpacker sendiri sering diartikan wisata beransel karena wisatawan umumnya hanya menggunakan tas ransel. Para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia biasanya seorang backpacker, hal ini tentunya mewabah di kalangan masyarakat Indonesia, terutama kawula muda.

Seorang backpacker selalu menggunakan tas ransel, membawa uang secukupnya sesuai dengan tujuan wisata dan menggunakan sneakers, ada juga yang menggunakan celana pendek dan kaos oblong, ada juga yang menggunakan celana panjang dan jaket. Perlengkapan dan persiapan ini tergantung kebutuhan seorang backpacker. Sekarang ini, berwisata seorang diri mungkin adalah hal yang biasa namun berwisata bersama dengan teman-teman adalah yang dipilih. Berwisata bersama teman-teman seringkali menjadi pilihan, selain mengurangi rasa ke sendirian, menambah kekompakan dan rasa saling memiliki, berbagi cerita bersama dan menumbuhkan rasa kepedulian.

Berwisata bersama teman sejawat dengan menjadi backpacker memerlukan persiapan untuk 3 hal ini, yaitu tempat, akomodasi dan biaya. Tempat adalah hal yang paling utama ditentukan karena ini akan menentukan akomodasi dan biaya yang akan digunakan. Tempat yang akan dipilih haruslah diketahui informasi lokalnya, seperti kondisi masyarakat, bahasa yang digunakan, dan kondisi fisik tujuan wisata. Penentuan tempat ini juga nantinya akan menentukan perlengkapan barang yang perlu dibawa.

 

Setelah menentukan tempat, tentukan akomodasinya. Akomodasi terkait transportasi yang akan digunakan menuju tujuan, jarak antar tujuan dengan pusat kota atau pusat kegiatan masyarakat, dan jaringan telekomunikasi yang terdapat di tujuan. Hal ini akan berpengaruh terhadap aktifitas backpacker nantinya, contohnya jika jarak antar tujuan dengan pusat kegiatan masyarakat jauh maka harus menyiapkan keperluan yang lebih detail supaya tidak kesusahan memenuhi keperluan. Selanjutnya, menentukan biaya yang akan dikeluarkan selama perjalanan. Merincikan pengeluaran secara keseluruhan kemudian membaginya dengan jumlah orang yang akan ikut.

Biasanya biaya lebih minim karena wisatawan lebih memilih untuk tinggal di losmen murah atau membawa tenda sendiri dan membawa persediaan logistik sendiri. Kelebihan dari wisata bersama teman dengan cara menjadi seorang backpacker adalah membagi barang-barang bawaan sehingga tidak memberatkan satu orang, barang yang dibawa jauh lebih banyak, dapat memilih tempat tinggal yang dapat diisi lebih dari 6 orang, dan melakukan banyak hal secara bersama serta menikmati wisata bersama. Backpacker bersama teman sejawat mengajarkan bahwa perjalanan jauh lebih penting daripada tujuan. Selain itu juga, mengajarkan kemandirian, perencanaan, mudah beradaptasi dan bersosialisasi serta dokumenter yang baik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *